Apa itu SEO ...? Pengertian, Fungsi, Dan Cara Kerjanya!!!!


 

 

Banyak orang mengira SEO adalah cara agar website menyabet ranking teratas di Google. Padahal, konsep itu cuma kulitnya saja, lho. Jika Anda masuk lebih dalam, ternyata search enoptimization itu tidak hanya bicara tentang ranking saja. Nyatanya, SEO mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas traffic yang masuk ke website dan blog Anda. Itu artinya, visitor tidak hanya asal mampir ke website Anda. Tapi, juga ikut melancarkan Anda dalam meraih tujuan website. Baik itu meningkatkan branding hingga mendongkrak angka transaksi. Pasti, Anda makin tertarik belajar apa itu SEO, bukan? Tanpa berlama-lama, mari tuntaskan rasa ingin tahu Anda di artikel ini!

Apa itu SEO

SEO adalah kependekan dari “search engine optimization.” Teknik ini merupakan upaya mengoptimasi website agar mendapat ranking teratas di hasil pencarian Google. Dengan SEO, situs akan mudah orang temukan sehingga berpotensi menyedot lebih banyak traffic. Pertanyaannya, dari sekian banyak mesin pencari (Yahoo!, Bing, Amazon, dll), kenapa sih harus mengutamakan SEO Google? Jawabannya sederhana: Google adalah search engine favorit bagi mayoritas pengguna internet. Buktinya, setiap hari ada sekitar 3,5 miliar pencarian lewat Google. Tak heran, Google  menguasai 90% pangsa pasar mesin pencari (Statista).

Oleh sebab itu, SEO Google cukup menentukan keberhasilan web. Dengan search engine optimization yang oke, website akan menjaring lebih banyak potensi traffic. Bahkan faktanya, 53% traffic website datang dari pencarian organik (SEO). Pencarian organik yaitu aktivitas mencari informasi dengan memasukkan keyword tertentu ke Google. Dan bukan sekadar traffic, jangkauan audiens Anda juga tepat alias sesuai tujuan situs (meningkatkan branding, bertransaksi, sumber informasi, dll). Penasaran kan kenapa bisa begitu?

Tipe trafik SEO

Setelah mengetahui pengertian SEO , selanjutnya masuk pada pembahasan mengenai beberapa jenis tipe trafik dari SEO. Untuk sekarang, terdapat tiga jenis trafik yang dapat digolongkan sesuai dengan fungsi dan kinerjanya masing – masing.

1. Quality Traffic

Tipe yang pertama adalah quality traffic atau lebih dikenal dengan trafik yang berkualitas. Untuk menentukan nilai kualitas trafik, dapat diukur dari seberapa besar nilai dari konversi yang dihasilkan dari data pengunjung yang masuk pada website anda.

Untuk website bisnis, semakin banyak pengunjung situs yang berganti menjadi pembeli, maka semakin baik pula kualitas trafik dari website anda. Pada umumnya, pengunjung akan melihat dan mencari tahu apa saja produk yang anda tawarkan. Sehingga, hal tersebut termasuk ke dalam trafik dengan menggunakan bantuan kata kunci transaksional.

2. Quantity of Traffic

Kuantitas dari sebuah trafik juga sangat diperhitungkan untuk meningkatkan performa sebuah website. Semakin banyak pengunjung yang masuk pada setiap halaman website anda, maka semakin besar nilai trafik yang dapat anda peroleh. 

Jadi, ketika anda mengembangkan situs web bisnis, maka anda perlu memperbanyak halaman dengan konten yang berkualitas. Dimana, anda dapat membuat kumpulan artikel dalam bentuk blog yang mengandung keyword yang bersifat informasional. 

3. Organic Traffic

Dan tipe yang terakhir adalah trafik organik, dimana sangat disukai oleh pemilik website karena tidak membutuhkan biaya atau gratis. Dengan trafik organik, juga dapat mendatangkan jumlah pengunjung yang lebih banyak serta meningkatkan konversi.

Sebagai contoh, ketika seseorang mengetikkan kata kunci dalam mesin pencari di sebuah browser, dan selanjutnya user tersebut akan meng-klik link yang ditampilkan pada hasil pencarian. Nah, kunjungan link tersebut yang merupakan sebuah organic traffic.

Cara Kerja dan Teknik SEO

Setelah mengetahui beberapa jenis trafik, maka berikutnya masuk pada pembahasan mengenai apa saja cara kerja dan teknik SEO untuk dapat membantu mengoptimalkan halaman website di mesin pencari.

Pertama, hal yang perlu anda perhatikan adalah untuk dapat masuk pada halaman pertama dan mendapatkan top position antara peringkat 1 hingga 3, tidak sesederhana yang anda bayangkan. Mesin pencari atau search engine sendiri memiliki tiga tugas utama untuk mencari permintaan atau request yang anda ketikkan.

·         Crawling

Proses yang pertama adalah mesin pencari akan melakukan crawling, dimana bertujuan untuk mengumpulkan informasi dari seluruh website, mulai dari halaman hingga link. 

·         Indexing

Setelah berhasil melakukan crawling, selanjutnya web crawler akan menyimpan informasi tersebut ke dalam enty list: index.

·         Ranking

Dan tahap terakhir, search engine akan menampilkan hasil peringkat berdasarkan pencarian yang paling sesuai dengan konten yang relevan dengan keyword yang disasar.

Kemudian, algoritma Google juga selalu memastikan pengguna untuk mendapatkan informasi dan konten dari sumber yang relevan dan terpercaya. Google sendiri juga memiliki algoritma update yang setiap saat akan mengalami perubahan menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi yang ada.

Penyebutan algoritma tersebut menggunakan nama – nama khusus, diantaranya adalah Panda, yaitu algoritma yang berkaitan dengan aktivitas penyaringan (filter), penghargaan, pemberian penalti terhadap konten website. Kemudian Penguin adalah algoritma yang berfungsi untuk mencegah terjadinya spamdexing. Dan terakhir adalah Hummingbird, yaitu algoritma yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas dari kedua algoritma tersebut. 

Terkait dengan teknik SEO, anda perlu untuk belajar lebih dalam terkait dengan bahasa pemrograman dan aktivitas teknis. Terdapat beberapa metrik yang harus anda perhatikan dan optimalkan untuk meningkatkan performa dari halaman web.

Contohnya adalah melakukan audit pada core web vital, robot.txt, sitemap, breadcrumbspage speed, dan lain sebagainya. Anda dapat mengecek informasi tersebut pada tools yang disediakan oleh Google, yaitu Google Search Console (GSC)  dan Google Analytics (GA). Dan jangan lupa untuk selalu melakukan perbaikan dan optimasi pada SEO on page dan off page.

Jenis SEO

Setelah mengetahui beberapa informasi mengenai cara kerja dan teknik SEO, selanjutnya masuk pada pembahasan mengenai jenis – jenis dari Search Engine Optimization.

1. SEO On Page

Jenis yang pertama adalah melakukan optimasi dengan SEO on page. Penerapannya dapat dilakukan dengan melakukan beberapa perbaikan dan perubahan pada konten dan halaman website anda. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah sebagai berikut:

·         Melakukan Keyword Research (Riset Kata Kunci)

Sebelum membuat sebuah website, pastikan anda telah melakukan riset kata kunci yang berhubungan dengan bisnis anda. Tujuannya adalah supaya anda dapat mengetahui seberapa besar proyeksi trafik yang bisa anda peroleh sesuai dengan keyword yang relevan dengan bisnis anda.

Selain itu juga, perlu untuk mengecek keyword yang digunakan oleh kompetitor anda, supaya anda dapat membuat halaman dengan konten yang lebih baik dari kompetitor bisnis. Pastikan juga untuk membuat konten atau tampilan halaman situs yang menarik dan unik, agar saat Google melakukan crawling, website anda tidak dianggap sebagai spam atau mengandung unsur duplikasi atau plagiasi konten.

·         Perbaikan Hal Teknis

Untuk mempermudah pekerjaan dari web crawler pastikan anda untuk selalu melakukan audit mengenai masalah teknis dalam SEO on page. Perbaikan dari hal teknis, meliputi pengecekan sitemap, mengganti link yang rusak (broken link), menghindari kesalahan dalam proses redirect, hingga perbaikan URL yang rusak.

·         Optimasi Halaman Web

Langkah yang ketiga yaitu melakukan perbaikan, khususnya untuk bagian konten dari situs web anda. Optimasi tersebut meliputi penambahan meta title dan description, pembuatan heading yang baik, persebaran keyword density, penulisan alt image, struktur konten yang jelas, serta pembuatan konten yang relevan dengan keyword yang anda targetkan. 

·         Menyesuaikan User Experience

Dan yang terakhir adalah, penyesuaian dari setiap elemen, warna, teks, gambar, hingga tombol dari halaman website anda supaya pengunjung mendapatkan pengalaman yang baik. Disamping itu, anda juga harus memperhatikan kecepatan web, hingga pengembangan struktur konten yang sesuai dengan tema yang dibuat.

Semakin mudah user dalam mengakses situs anda, maka akan berbanding lurus dengan meningkatnya trafik pengunjung dan menambah nilai authority dari website anda.

2. SEO Off Page

Jenis yang kedua adalah optimasi website dengan cara SEO off page. Untuk langkah ini biasanya berfungsi untuk membantu meningkatkan trafik website, apabila dalam perkembangannya optimasi on page dirasa masih belum cukup dan mampu untuk meningkatkan konversi trafik untuk bisnis anda.

·         Menambahkan Backlink

Backlink merupakan cara yang paling sering digunakan oleh pemilik website untuk dapat meningkatkan authority jika situs link anda ditempatkan atau berada pada pemilik website yang lain. Jadi, situs link yang anda miliki akan berada pada website lain dan biasanya menjadi bentuk rekomendasi terhadap situs anda.

·         Melakukan Promosi

Anda juga dapat melakukan promosi dengan cara mengunggah halaman website anda pada situs media sosial yang anda miliki. Tujuannya adalah untuk mendapatkan cakupan pengunjung yang lebih luas lagi. Untuk platform media sosial yang dapat anda sasar adalah Facebook, Twitter, dan Instagram.

Pada ketiga platform tersebut juga menyediakan promosi dalam bentuk iklan berbayar untuk mempromosikan produk bisnis anda. Semakin banyak relasi yang terbentuk dapat menambahkan jumlah trafik yang masuk pada situs yang anda buat.

Indikator Utama SEO

Terdapat setidaknya ada 8 indikator utama untuk mengoptimalkan halaman web dengan SEO. Berikut ini merupakan penjelasan terkait dengan kedelapan indikator tersebut.

1. Struktur URL

Indikator pertama yang harus diperhatikan adalah pembuatan struktur URL yang benar dan sesuai dengan topik yang dibahas. Selain itu, pastikan juga untuk membuat permalink atau slug yang mengandung main keyword dari halaman konten web anda.

2. Penggunaan SSL/TLS 

Sejak tahun 2014, Google lebih memprioritaskan website yang menggunakan SSL/TLS. Dengan adanya SSL, dapat meningkatkan keamanan data pengguna karena telah dienkripsi ketika proses transfer data yang terjadi pada website. 

Sertifikat SSL (Secure Socket Layer) sangatlah penting dalam mengoptimalkan website. Cara untuk mengetahui, apakah website anda mempunyai SSL/TLS atau tidak adalah dengan cara melihat URL anda. Jika masih menggunakan HTTP, maka website anda sudah dipastikan tidak memiliki SSL/TLS. Namun, apabila mempunyai bukti sertifikat, maka URL anda akan berawalan HTTPS.

3. Menentukan Topik Konten

Setelah melakukan beberapa persiapan diatas, selanjutnya adalah menentukan topik yang ingin anda kuasai. Untuk mendapatkan konten yang menarik, dengan trafik yang besar, kami menyarankan untuk melakukan keyword research untuk mendapatkan informasi secara lebih detail yang relevan dengan bisnis anda.

4. Menentukan Search Intent

Indikator berikutnya adalah dengan menentukan search intent terlebih dahulu. Search intent sendiri merupakan pembagian kata kunci berdasarkan tujuan bisnis yang hendak dicapai. Setidaknya, terdapat empat macam search intent, meliputi:

·         Informational, untuk kebutuhan dalam memberikan berbagai informasi topik secara luas.

·         Navigational, untuk mengarahkan kata kunci pada nama perusahaan / brand langsung.

·         Commercial Investigation, untuk kebutuhan yang bersifat komersial dan membandingkan dua produk.

·         Transactional, yaitu kata kunci yang digunakan untuk kebutuhan dan meningkatkan nilai konversi bisnis.

5. Membuat Struktur Konten

Selanjutnya, membuat struktur konten yang baik dan sesuai dengan prinsip penulisan artikel yang baik. Pada umumnya akan menggunakan prinsip 5W + 1H. Jangan lupa untuk membuat heading structure, menambahkan gambar, video atau infografis untuk menunjang konten yang anda buat.

6. Menambahkan Meta Tags

Indikator yang keenam adalah menambahkan meta title dan description. Hal ini sangatlah penting, untuk membantu Google dalam mengenali halaman website anda. Dalam pembuatannya, juga terdapat aturan penting, dimana tidak menuliskan meta title dan description terlalu banyak.

7. Menambahkan backlink

Semakin banyak backlink yang anda dapatkan, maka Google akan menganggap website anda mempunyai kredibilitas yang tinggi. Pastikan backlink yang anda dapatkan berasal dari blog atau website yang berkualitas.

8. Mengoptimalkan kecepatan website

Untuk indikator yang terakhir, merupakan hal yang terpenting untuk dilakukan. Sejak tahun 2018, Google telah menetapkan bahwa kecepatan loading website, baik pada desktop maupun mobile termasuk dalam salah satu indikator SEO. Semakin cepat website anda, maka semakin anda mudah untuk mendapatkan ranking pada halaman pencarian di search engine.

Manfaat dari adanya SEO

Terdapat beberapa manfaat yang dapat anda peroleh dari adanya SEO. Berikut ini, merupakan beberapa penjelasan berkaitan dengan hal tersebut.

1. Meningkatkan Trafik Pengunjung

Dengan adanya SEO, maka manfaat yang dapat anda dapatkan adalah meningkatnya jumlah trafik pengunjung website secara organik. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk promosi iklan. 

2. Meningkatkan Konversi Bisnis

Nilai konversi juga akan ikut meningkat dengan adanya SEO. Pastikan untuk menargetkan keyword transactional untuk mendapatkan pengunjung yang ingin membeli produk atau jasa anda.

3. Menjangkau User yang Lebih Luas

SEO juga dapat menjangkau user yang lebih luas. Cukup dengan membuat artikel blog, dengan menerapkan keyword yang bersifat informasional, serta melakukan optimasi baik dengan on page, maupun off page.

4. Mendapatkan Keuntungan Bisnis dalam Jangka Waktu yang Panjang

Dan manfaat yang terakhir adalah mendapatkan keuntungan (profit) dalam jangka waktu yang lebih lama. Pastikan juga untuk selalu melakukan optimasi terhadap website anda secara berkala dan melakukan riset kompetitor dan mengikuti perkembangan dari algoritma update Google.

Kesimpulan

Search Engine Optimization merupakan solusi untuk mengoptimalkan halaman website anda agar mendapatkan peringkat di halaman hasil pencarian Google Search Engine. Terdapat dua jenis SEO, yaitu SEO On Page dan Off Page. Pastikan untuk menerapkan semua indikator yang telah kami jelaskan, dan selalu ikuti perkembangan dari algoritma update setiap saat. Selain itu, buatlah konten yang tidak mengandung unsur plagiasi dan duplikasi dengan kompetitor anda.

Penulis : Regi Al Habib (Mahasiswa kelas 1F Program Studi Sistem Informasi FST UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi)

 

 

Post a Comment

أحدث أقدم